19 August 2014

Apa Yang Kalian Curi?

Dulu kami adalah macan! Dan sampai saat ini kami adalah macan!
Macan yang penuh dengan corak perbedaan tapi satu kekuatan!
Hanya saja kami masih tertidur lelah setelah memperjuangkan kemerdekaan.
Hanya petir yang bisa membangunkanku!
Membangunkan semangat, kekuatan, dan kesatuan!
Petir dari suara yang seragam dari berbagai penjuru.


Silahkan kalian ambil hutan kami! Bakar! Tebang! Gundul!
Percayalah, kalian tidak akan lama bisa bernafas lega.

Silahkan kalian ambil tambang kami! Keruk! Bor! Habiskan!
Percayalah, kalian akan segera melihat apa itu neraka! Apa itu inti bumi!

Silahkan kalian ambil laut kami! Bom! Jaring! Ledakkan!
Percayalah, kalian tidak akan bisa melihat indahnya surga di dalam laut!

Silahkan kalian robohkan rumah penduduk! Rumah kami! Robohkan! Hancurkan!
Percayalah, keluarga kalian tidak akan hidup tenang!
Berapa keluarga yang tinggal di jalanan, tempat kumuh, rumah kardus?
Hanya agar kalian bisa membuka lahan industri yang limbahnya juga kalian buang kemana-mana, mengotori setiap inci lingkungan yang kami jaga lestarinya kalian rusak!
Sungguh biadap kalian! Bajingan!

Buat apa ada pemerintah yang kami percayakan agar menjaga negara kami!
Memasang diri paling depan jika ada yang ingin merusak negara!
Sampah kalian!


Silahkan kalian curi uang kami! Kami masih bisa mencarinya lagi!
Terbiasa mencari uang yang berserakan di jalanan, tong sampah, tumpukan sampah, bahkan di dalam sungai keruh sekalipun.

Silahkan kalian curi uang kami! Otot-otot kami masih kuat! 
Terbiasa melakukan pekerjaan kasar, berat, dan berbahaya pada saat abad ke 17 silam.

Silahkan kalian curi uang kami! Otak kami masih bisa berpikir! 
Dari akar seadanya kami ciptakan barang-barang  berkualitas sampai-sampai negara lain mau mengklaimnya.

Silahkan kalian curi uang kami! Tubuh kami masih berdiri tegak!
Terbiasa untuk menahan perihnya luka ketika memakai karung goni, terbiasa untuk tidak meminta-minta, terbiasa tidak makan sampai akhirnya kami mati kelaparan.

Kami bangga akan itu semua!!!


Kalian jual tambang emas kami!
Kalian jual pulau kami!
Kalian jual bahkan membakar hutan kami!
Kalian jual laut bahkan membomnya!
Kalian lakukan itu semua tanpa berpikir kelak apa yang dapat kalian wariskan kepada anak-cucu!
Tapi, kalian boleh jual itu semua, asalkan kalian tidak menjual harga diri kami, harga diri bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pemberani yang tidak kalian ketahui namanya.
Mereka berjuang dengan sebuah bambu runcing sampai akhirnya mereka merebut kemerdekaan bangsa ini, HARGA DIRI bangsa!

Apakah kalian masih bilang kami lemah, HEY para PENJAJAH BANGSAT!

Kami masih punya pemuda-pemudi yang mampu untuk membuat negeri ini lebih baik.
Kami percaya bahwa pemuda-pemudi kami mampu mengembalikan harga diri bangsa.
Kami percaya generasi kami akan lebih baik daripada kalian yang kerjanya hanya tidur, korup, jual-ini jual-itu.
Kami percaya bahwa pemuda-pemudi kami akan memerdekakan Indonesia sekali lagi.
Memerdekakan Indonesia dari para tikus got!
Penjilat Ludah yang berdalih ingin bekerjasama dengan kami!
Kami tidak bodoh!
Kalian bisa tumpahkan darah kami! Kalian bisa sayat daging kami! Kalian bisa penggal kepala kami!
Tapi kalian tidak bisa menumpahkan semangat kami! Menyayat semangat kami! Memenggal semangat kami!

Karena kami INDONESIA!


Lalu apa yang kau curi?


(Saya tulis syair/puisi diatas untuk memperingati Hari Kemerdekaan negaraku, INDONESIA yang hanya terjadi satu kali. Ya, SATU KALI)

Tangerang Selatan, 17 Agustus 2014
Risky Septiantoro

No comments:

Post a Comment